Menit.co.id – Serial aksi Netflix, Sakamoto Days, kini menjadi perbincangan penggemar karena disebut sebagai versi anime John Wick yang belum resmi.
Ceritanya mengikuti Taro Sakamoto, mantan pembunuh bayaran yang mencoba hidup tenang, tetapi terpaksa kembali ke dunia kriminal bawah tanah.
Konsep ini jelas mengingatkan penonton pada film John Wick yang dibintangi Keanu Reeves, seperti dikutip dari MovieWeb pada 3 April 2026.
Anime yang diadaptasi dari manga karya Yuto Suzuki ini diproduksi oleh TMS Entertainment.
Meski baru merilis satu musim pada 2025, Sakamoto Days dianggap sebagai salah satu serial aksi Netflix paling menarik, namun sayangnya kurang mendapatkan sorotan yang layak.
Taro Sakamoto, tokoh utama, dulunya dikenal sebagai pembunuh bayaran paling mematikan. Setelah jatuh cinta, ia memilih pensiun dan menjalani kehidupan damai bersama istri dan anaknya, sekaligus membuka toko serba ada.
Namun, ketika identitas masa lalunya terbongkar, Taro menjadi target pembunuh dari berbagai penjuru dunia.
Tantangannya semakin rumit karena ia harus menghadapi ancaman tanpa membunuh siapa pun, demi menjaga hubungan rumah tangga.
Inspirasi cerita ini memang datang dari film aksi populer seperti John Wick dan trilogi The Equalizer yang dibintangi Denzel Washington, sebagaimana diakui Yuto Suzuki.
Meski membawa nuansa yang lebih unik dan humoris, Sakamoto Days tetap menawarkan adegan aksi yang intens.
embuka setiap episodenya menampilkan masa lalu Taro sebagai pembunuh kelas dunia, menjadi bukti kekuatan visual dan dramatis dari serial ini.
Setelah musim pertamanya tayang pada pertengahan 2025, Netflix resmi mengumumkan produksi musim kedua pada Jump Festa 2026.
Cerita baru akan mengangkat arc “Japanese Criminal College” dari manga, meskipun tanggal rilis resminya belum diumumkan.
Di sisi lain, waralaba John Wick terus memperluas dunianya. Spin-off film From the World of John Wick: Ballerina, yang tayang pada Juni 2025, kini mendominasi layanan streaming HBO Max.
Film ini sempat menempati posisi teratas di Amerika Serikat pada 1 April 2026, bahkan melampaui John Wick: Chapter 4, menurut laporan Screen Rant.
Sayangnya, kinerja Ballerina di box office global kurang memuaskan, hanya menghasilkan sekitar 140 juta dolar AS dengan anggaran 90 juta dolar AS. Ini menjadikannya film dengan pendapatan terendah kedua dalam waralaba John Wick.
Meski begitu, film ini mendapat pujian kritis. Cerita mengikuti Eve Macarro, seorang pembunuh bayaran yang dilatih oleh Ruska Roma untuk membalas kematian ayahnya.
Penampilan Ana de Armas sebagai Eve diapresiasi karena berhasil memimpin aksi film dengan meyakinkan.
Ballerina meraih skor 75% dari kritikus di Rotten Tomatoes dan 92% dari penonton, angka yang bahkan melampaui sebagian besar film utama John Wick, kecuali Chapter 4.
Popularitasnya di streaming membuka kemungkinan kelanjutan cerita Eve, baik melalui serial televisi atau crossover di film mendatang, meski sekuel layar lebar dianggap kurang realistis.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

15 hours ago
6

















































