Presiden Prabowo Naik Bus Listrik TransJakarta Sebelum Resmikan Pabrik VKTR di Magelang

12 hours ago 8
Bus Listrik TransJakarta

Menit.co.id – Presiden Prabowo Subianto menjajal bus listrik TransJakarta menjelang peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik VKTR pada Kamis (9/4/2026).

Momen ini menjadi simbol komitmen pemerintah terhadap transformasi energi kendaraan dari fosil menuju listrik.

Berdasarkan tayangan video resmi Sekretariat Presiden, Prabowo awalnya meninjau fasilitas pabrik didampingi oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Komisaris Utama PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie.

Turut mendampingi Presiden adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Tur Pabrik dan Pengenalan Kendaraan Listrik

Selama berkeliling, Prabowo mendapat penjelasan terkait sejumlah kendaraan listrik seri Tidar yang diproduksi di pabrik tersebut.

Anindya Bakrie menjelaskan bahwa kapasitas kendaraan bervariasi, mulai dari 30 ton hingga 75 ton, dan sudah digunakan untuk proyek waste to energy di IKN serta di Jakarta.

“Jadi dari 30 ton sampai ke 75 ton, Pak untuk bus. Dan sudah dipakai juga untuk waste to energy Pak di IKN dan juga di Jakarta,” kata Anindya kepada Presiden.

Setelah memperoleh penjelasan, Prabowo mendekati sebuah unit bus listrik TransJakarta yang diparkir di dekat panel informasi.

Presiden kemudian menaiki bus dan duduk di kursi penumpang berwarna biru yang menghadap ke depan.

Di sela-sela perjalanan singkat di dalam bus, Prabowo terlihat berbincang santai dengan Bahlil dan Prasetyo Hadi.

Menteri ESDM pun sempat berseloroh mengenai warna bus yang mencampurkan elemen kuning, menambah kesan ramah lingkungan dan modern pada kendaraan listrik tersebut.

Pabrik VKTR, Produksi 3.000 Unit per Tahun

Setelah menaiki bus, Presiden Prabowo melanjutkan kegiatan ke area peresmian pabrik yang memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 unit per tahun.

Pabrik ini akan menjadi pusat pengembangan kendaraan listrik komersial di Jawa Tengah, termasuk bus listrik TransJakarta dan truk listrik.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi telah mengungkapkan rencana peresmian pabrik tersebut. Namun, pemerintah belum menentukan apakah akan melakukan pemesanan kendaraan dari fasilitas baru ini.

“Kita belum sampai menghitung apakah pemerintah akan membeli atau meng-order gitu. Karena kalau berdasarkan laporan, kapasitas produksinya cukup besar kalau saya tidak salah di kemampuan di 3.000 unit,” ujar Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa secara bisnis, keputusan pembelian akan menunggu adanya kontrak atau permintaan pasar.

Transformasi Energi Nasional dan Kendaraan Listrik

Pemerintah menekankan bahwa industri mobil listrik menjadi salah satu sektor strategis dalam upaya transisi energi nasional.

“Kita memang mesti harus mulai bertransformasi budaya kita dari mengonsumsi bahan baku berbasis fosil menuju ke energi baru terbarukan, salah satunya adalah listrik,” ungkap Prasetyo.

Langkah ini sejalan dengan rencana memperluas penggunaan bus listrik TransJakarta di ibukota serta kota-kota besar lainnya.

Dengan hadirnya pabrik VKTR di Magelang, diharapkan pasokan kendaraan listrik semakin meningkat sehingga mendukung target transportasi publik ramah lingkungan di Indonesia.

Kesimpulan

Kehadiran Presiden Prabowo di pabrik VKTR sekaligus mencoba bus listrik TransJakarta menandai dorongan serius pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Selain sebagai simbol modernisasi transportasi, kunjungan ini juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap industri nasional yang berfokus pada energi terbarukan.

Dengan kapasitas produksi 3.000 unit per tahun, pabrik ini diharapkan menjadi titik awal transformasi transportasi komersial di Indonesia yang lebih hijau dan efisien.

Dengan integrasi strategi bisnis, kapasitas produksi yang memadai, dan fokus pada inovasi kendaraan listrik, langkah ini menunjukkan bagaimana Indonesia mulai beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Kehadiran bus listrik TransJakarta di lapangan juga menjadi bukti nyata bahwa perubahan menuju energi bersih bukan lagi wacana, melainkan aksi nyata pemerintah dan industri nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |