Menit.co.id – Momen menarik terjadi saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pabrik bus dan truk listrik PT VKTR Sakti Industries yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis tanggal 9 April 2026.
Dalam acara peresmian tersebut, Kepala Negara tampak sibuk mencari-cari keberadaan salah satu kawannya sekaligus pengusaha kondang Tanah Air, yakni Aburizal Bakrie.
Hal ini tentu bukan tanpa alasan, mengingat pabrik yang baru saja diresmikan tersebut merupakan milik dari keluarga besar Bakrie.
Hadir dalam rangkaian acara peresmian tersebut adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, yaitu Anindya Bakrie.
Kehadiran putra sulung dari Aburizal Bakrie ini menjadi sorotan tersendiri dalam acara bergengsi yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dan pejabat tinggi negara.
“Jadi, ini membanggakan, langsung saya ingat. Jadi, ini Saudara Anindya ini memang visioner. Jadi mengerti, paham arah pembangunan yang harus kita jalankan,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pidato peresmiannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Anindya Bakrie yang dinilainya memiliki visi yang sangat jauh ke depan dalam melihat peluang industri kendaraan bermotor bertenaga listrik di Indonesia.
Menurut Prabowo, pembangunan pabrik bus dan truk listrik ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan misi besar pemerintahan dalam mentransformasikan penggunaan energi fosil menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa ayah dari Anindya, yang tak lain adalah Aburizal Bakrie, pasti akan merasa sangat bangga dengan pencapaian yang telah diraih oleh anaknya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional. Prabowo mengaku bahwa ia mengenal baik sosok Aburizal Bakrie dan menganggapnya sebagai seorang sahabat.
Namun, ada satu hal yang membuat Presiden Prabowo sedikit penasaran dalam acara tersebut. Ia bertanya-tanya mengenai ketidakhadiran Aburizal Bakrie dalam momen penting peresmian pabrik milik keluarganya sendiri. Dengan gaya khasnya yang santai namun penuh keakraban, Prabowo pun berseloroh mencari keberadaan rekannya tersebut.
“Jadi, saya kira walaupun memang bapakmu kawan saya, tapi saya kira hari ini dia cukup bangga. Kok dia enggak ke sini hari ini?” seloroh Presiden Prabowo yang disambut tawa hadirin.
Seloroh ringan dari Presiden Prabowo tersebut sontak membuat suasana menjadi lebih cair dan hangat, disambut dengan tawa dari seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara peresmian. Momen ini menunjukkan kedekatan personal antara Presiden Prabowo dengan keluarga Bakrie yang sudah terjalin sejak lama.
Lebih lanjut dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan harapan besarnya agar PT VKTR dapat tumbuh dan berkembang menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia di sektor industri otomotif. Beliau ingin agar perusahaan ini kelak dapat melahirkan apa yang disebut sebagai “national champion” atau juara nasional, sebagaimana dimiliki oleh negara-negara maju di bidang otomotif.
“Saya berharap, VKTR ini akan menjadi salah satu national champion kita. Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dengan penuh keyakinan dan optimisme.
Pernyataan Presiden Prabowo tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung perkembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. Dengan adanya dukungan penuh dari puncak kepemimpinan negara, diharapkan PT VKTR dan perusahaan-perusahaan sejenis lainnya dapat terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik berkualitas internasional di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran Anindya Bakrie yang mewakili keluarga dalam acara permesmian ini, meskipun tanpa kehadiran langsung sang ayah Aburizal Bakrie, tetap menunjukkan komitmen serius dari keluarga Bakrie dalam mendukung program pemerintah di bidang transisi energi dan elektrifikasi transportasi. Langkah ini diyakini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

19 hours ago
3

















































