pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways dilaporkan hilang kontak di Laut Arab saat terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, Pakistan, Selasa (7/7/2026). (Threads)
Menit.co.id – Insiden penerbangan serius kembali terjadi di wilayah Asia Selatan. Sebuah armada Boeing 737 berkonfigurasi kargo yang berada di bawah operasional maskapai asal Pakistan, K2 Airways, dilaporkan hilang misterius di kawasan lepas pantai Karachi.
Peristiwa tersebut terjadi setelah pesawat angkut ini mengalami kendala teknis yang fatal di tengah penerbangan pada Selasa (7/7) malam.
Burung besi tersebut sedang menempuh rute penerbangan internasional dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dengan tujuan akhir menuju Pakistan.
Selain mengangkut muatan logistik, pesawat jenis Boeing 737 ini juga mengonfirmasi keberadaan lima orang awak kabin yang bertugas di dalam penerbangan naas tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh regulator penerbangan sipil Pakistan, kendala teknis bersumber pada kerusakan sistem navigasi yang mulai terdeteksi sekitar pukul 21.18 waktu setempat.
Menanggapi situasi darurat tersebut, petugas pengontrol lalu lintas udara (ATC) berupaya keras memberikan panduan arah alternatif untuk menuntun pilot. Kendati demikian, segala upaya komunikasi tersebut terputus secara mendadak di tengah jalan.
Data dari pengelola bandara Pakistan menyebutkan bahwa titik terakhir hilangnya kontak terdeteksi pada jarak sekitar 155 mil laut atau setara dengan 287 kilometer di sebelah barat kota Karachi.
Di sisi lain, platform pemantau penerbangan Flightradar24 merilis indikasi bahwa armada tersebut diduga kuat jatuh ke dalam perairan laut di wilayah barat daya Karachi.
Dugaan ini diperkuat oleh adanya anomali fluktuasi ketinggian terbang yang sangat tidak stabil sebelum sinyal menghilang.
Melansir laporan dari kantor berita Reuters, rekam jejak digital navigasi memperlihatkan momentum menukik yang sangat tajam pada detik-detik akhir pengiriman data transmisi dari pesawat.
Menanggapi situasi kritis ini, pemerintah dan instansi terkait segera menggerakkan operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar di perairan Laut Arab, yang dilaksanakan melalui kerja sama intensif dengan manajemen maskapai pemilik armada.
“Hingga saat ini, kami terus memanjatkan doa dengan penuh kesungguhan demi keselamatan seluruh rekan kerja kami yang berada di pesawat,” tutur perwakilan manajemen K2 Airways sebagaimana dikutip dari Reuters.
Sampai berita ini diturunkan, otoritas berwenang masih belum merilis pernyataan definitif mengenai faktor utama penyebab hilangnya komunikasi dengan unit Boeing 737 tersebut.
Selain itu, kondisi riil mengenai nasib serta korban jiwa dari para kru kabin juga masih belum dapat dipastikan secara mendalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

10 hours ago
7













































