Perseteruan Panas Islam Makhachev vs Ilia Topuria Jelang UFC White House 2026

20 hours ago 8
Islam Makhachev vs Ilia Topuria

Menit.co.id – Perseteruan panas jelang UFC White House 2026 kembali mencuri perhatian publik MMA dunia. Rencana gelaran UFC Freedom Fights 250 yang akan digelar di Gedung Putih pada 14 Juni 2026 justru diwarnai konflik narasi antara dua bintang besar, Ilia Topuria dan Islam Makhachev.

Nama petarung asal Dagestan tersebut kembali menjadi pusat perbincangan karena tidak masuk dalam daftar laga utama, meski ia menyandang status sebagai juara kelas ringan sekaligus kelas welter.

Di sisi lain, Ilia Topuria justru akan tampil di laga utama melawan Justin Gaethje dalam perebutan sabuk BMF, sebuah keputusan yang memicu banyak tanda tanya di kalangan penggemar UFC.

Pengumuman kartu pertandingan UFC White House ini memang mengejutkan banyak pihak. UFC mempromosikan event bertajuk “Freedom Fights 250” sebagai salah satu pertunjukan paling bersejarah karena digelar di Gedung Putih, Washington DC.

Namun, absennya beberapa nama besar membuat publik mempertanyakan arah kebijakan promosi tersebut. Tidak hanya Islam Makhachev, sejumlah petarung elite lain juga tidak tercantum dalam lineup awal. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa UFC tengah menyiapkan strategi baru yang lebih fokus pada narasi rivalitas ketimbang sekadar peringkat juara.

Ketegangan semakin meningkat ketika Ilia Topuria secara terbuka menuduh bahwa Islam Makhachev sengaja menghindari pertarungan besar yang telah lama dinantikan penggemar.

Petarung asal Spanyol tersebut menyebut bahwa komunikasi awal dari UFC sempat mengarah pada kemungkinan duel besar di Gedung Putih.

Ia bahkan mengklaim telah mendapat sinyal positif saat berada di Republik Dominika, sebelum akhirnya rencana tersebut berubah drastis.

Dalam versinya, perubahan itu terjadi karena negosiasi yang tidak mencapai kesepakatan, termasuk soal nilai kontrak dan struktur pembayaran yang dianggap tidak realistis.

Topuria juga menegaskan bahwa ia sempat percaya duel impian melawan juara Dagestan tersebut akan benar-benar terjadi. Ia menyebut bahwa UFC awalnya memberi gambaran bahwa pertarungan tersebut menjadi salah satu opsi utama untuk event bersejarah itu.

Namun, situasi berubah ketika kabar cedera dan pergantian lawan muncul, yang kemudian membuat Justin Gaethje masuk sebagai penantang baru.

Dari sudut pandang Topuria, perubahan itu menjadi bukti bahwa negosiasi tidak berjalan mulus di belakang layar, meski ia tetap menegaskan siap menghadapi siapa pun.

Di sisi lain, Islam Makhachev merespons keras berbagai tuduhan yang dilontarkan. Ia menolak keras anggapan bahwa dirinya menghindari pertarungan dan menyebut narasi tersebut tidak sesuai fakta.

Menurutnya, ia sudah menyetujui komunikasi awal dengan pihak UFC terkait potensi tampil di UFC White House, namun situasi berubah setelah pihak promosi menyampaikan adanya perubahan rencana dan masalah kontrak dari pihak lawan. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pencapaian gelar kedua dalam kariernya, bukan sekadar drama media sosial.

Dalam pernyataannya di media sosial, juara Dagestan itu juga menuding bahwa versi cerita yang disampaikan Topuria terus berubah-ubah. Ia bahkan menyebut bahwa pihak manajemen lawan telah mengonfirmasi adanya ketidaksesuaian dalam proses negosiasi.

Perseteruan ini kemudian berkembang menjadi perang opini yang ramai dibahas penggemar MMA di berbagai platform digital, memperkuat panasnya menjelang event besar tersebut.

Sementara itu, Presiden UFC Dana White memberikan klarifikasi berbeda. Ia membantah bahwa duel antara Topuria dan juara Dagestan tersebut pernah benar-benar difinalisasi untuk UFC White House.

Meski ada diskusi awal dan ketertarikan dari beberapa pihak, White menegaskan bahwa tidak pernah ada kesepakatan resmi yang mengikat kedua petarung dalam satu kartu pertandingan. Ia juga menambahkan bahwa perubahan lineup adalah hal yang biasa dalam dunia UFC, terutama ketika menyangkut negosiasi besar dan nilai kontrak.

Di sisi lain, manajer Topuria sempat mengklaim bahwa pihaknya menerima tawaran untuk melawan Islam Makhachev atau Justin Gaethje, lengkap dengan pembahasan angka bayaran.

Namun klaim tersebut kembali dibantah oleh pihak UFC, yang menegaskan bahwa belum ada struktur final untuk duel utama di Gedung Putih.

Ketegangan antara dua kubu ini akhirnya menciptakan drama tambahan di luar arena pertarungan. Publik kini menantikan apakah rivalitas panas ini akan benar-benar berujung di dalam oktagon, atau sekadar menjadi perang kata-kata yang terus berlanjut hingga hari pertandingan tiba. Yang jelas, UFC White House 2026 sudah berhasil mencuri perhatian dunia bahkan sebelum acara utamanya dimulai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |