Menit.co.id – Michele Pirro, pembalap penguji Ducati Lenovo Team, menilai performa Marc Marquez pada seri pembuka MotoGP 2026 membuktikan bahwa Ducati masih memiliki daya saing tinggi di papan atas.
Pernyataan ini muncul setelah balapan pertama musim di Chang International Circuit menampilkan dominasi impresif dari Aprilia Racing.
Menurut Pirro, meski hasil akhir tidak berpihak pada Ducati, performa Marquez sepanjang akhir pekan menunjukkan motor Ducati Desmosedici GP26 masih memiliki potensi besar bersaing di grup depan musim ini.
Seri pembuka Thai Grand Prix menjadi sorotan karena Aprilia tampil sangat kuat di lintasan.
Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berhasil meraih kemenangan dengan performa meyakinkan. Empat motor Aprilia RS-GP bahkan menembus posisi lima besar.
Selain Bezzecchi, pembalap Trackhouse Racing MotoGP seperti Raul Fernandez dan Ai Ogura juga menunjukkan performa kompetitif sepanjang balapan.
Sementara itu, Ducati yang beberapa musim terakhir mendominasi MotoGP justru mengalami kesulitan bersaing di barisan depan. Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menjadi rider Ducati terbaik dengan finis di posisi keenam.
Meski tidak meraih podium, Michele Pirro menilai penampilan Marquez cukup kompetitif.
Juara dunia delapan kali itu sempat menempati posisi keempat pada lap ke-21 dari total 26 lap, sedang mengejar Fernandez dan Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing.
Namun insiden terjadi ketika Marquez melebar di Tikungan 4 setelah menghantam kerb dengan sudut tajam, merusak pelek roda belakang dan membuat ban terlepas dari rim.
Akibatnya, Marquez terpaksa menghentikan balapan lebih awal meski berpeluang besar naik podium.
Pirro menilai insiden itu sebagai faktor keberuntungan yang tidak berpihak pada Ducati.
“Jika bukan karena masalah ban, Marc sangat mungkin naik podium, mungkin posisi kedua atau ketiga,” ujar Michele Pirro.
Dominasi Aprilia di Thailand sempat memunculkan spekulasi bahwa Ducati akan kesulitan mempertahankan dominasinya pada musim 2026.
Namun Pirro menegaskan kesimpulan itu terlalu dini.
Menurutnya, karakteristik sirkuit Buriram dan suhu tinggi membuat motor Aprilia lebih sesuai dengan ban belakang Michelin yang digunakan pada balapan.
“Kami tidak suka jika ada yang mengatakan Ducati sudah selesai. Ini baru satu balapan. Musim masih sangat panjang,” kata Michele Pirro.
Ia juga menilai performa Marquez di Sprint Race dan balapan utama menunjukkan Ducati masih memiliki kecepatan untuk bersaing dengan rival-rival terkuat.
Setelah seri Thailand, perhatian kini tertuju pada Brazilian Grand Prix yang dijadwalkan berlangsung pada 20–22 Maret.
Seri ini menjadi momen penting karena MotoGP kembali menggelar balapan di Brasil untuk pertama kalinya sejak 1992.
Respons Ducati di balapan itu akan menjadi indikator penting apakah dominasi Aprilia di Thailand hanya karena kondisi lintasan atau menandai perubahan peta persaingan musim ini.
Saat ini, Acosta memimpin klasemen sementara setelah menang Sprint Race dan finis kedua di balapan utama di Buriram, menjadi satu-satunya pembalap non-Aprilia yang menembus lima besar awal musim.
Dengan kalender balapan yang masih panjang, Ducati diyakini memiliki peluang besar untuk kembali bersaing dalam perebutan kemenangan dan gelar juara dunia.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

16 hours ago
7

















































