Menit.co.id – Nama Aditya Triantoro belakangan ramai diperbincangkan di dunia maya, memicu perhatian publik atas kisah rumah tangganya yang kontroversial.
Sosok kreator di balik serial animasi populer Nussa Rara, Aditya Triantoro, mendadak menjadi sorotan setelah mantan istrinya, Annisa Hadiyanti, mengungkap dugaan perselingkuhan yang terjadi selama pernikahan mereka.
Dalam cerita yang disampaikan, Aditya Triantoro disebut menjalin hubungan dengan beberapa perempuan, sementara pengakuan ini pertama kali muncul di podcast “Suami Check In Sama Selingkuhan. Aku Datang ke Hotel Bawa Buku Nikah” di kanal YouTube C8 Podcast. Berita ini membuat nama Aditya Triantoro semakin viral di media sosial.
Annisa Hadiyanti mengungkap bahwa dugaan perselingkuhan itu diduga sudah berlangsung sejak 2016, meski ia baru menyadarinya pada 2018 saat Aditya secara mendadak mengajukan gugatan cerai. “Baru ketahuan pas 2018 karena dia minta divorce. Ternyata dari 2016–2017 sudah ada track record-nya,” kata Annisa. Ia menambahkan bahwa jumlah perempuan yang terlibat diperkirakan lebih dari lima orang.
Di tengah kontroversi rumah tangga tersebut, karier Aditya Triantoro di industri animasi tetap cemerlang. Lahir di Jakarta, ia menghabiskan waktu hampir sembilan tahun di Amerika Serikat dan delapan tahun di Singapura sebelum kembali ke Indonesia pada 2014. Namanya mulai dikenal luas berkat serial animasi islami Nussa Rara, yang dikembangkannya bersama Annisa saat mereka masih menikah. Serial ini berhasil meraih popularitas karena menghadirkan cerita anak-anak dengan pesan moral dan nilai-nilai keislaman, meski keduanya akhirnya resmi bercerai pada 2022.
Saat ini, Aditya Triantoro telah menikah dengan Sabrina Farhana, seorang entrepreneur dan ibu rumah tangga. Dari pernikahan ini, pasangan tersebut dikaruniai seorang anak. Meski kehidupan pribadinya menjadi sorotan, karier profesional Aditya tetap berkembang pesat.
Perjalanan karier Aditya dimulai sebagai web developer di Los Angeles pada 2001–2002, sebelum kemudian bekerja sebagai freelancer 3D designer dan graphic designer pada 2004–2005. Pengalaman ini membawanya menjadi lead animator untuk film Sing to the Dawn di Infinite Frameworks Studios, menegaskan reputasinya di dunia animasi internasional.
Pada 2016, Aditya mendirikan studio animasi The Little Giantz dan menjabat sebagai CEO hingga 2023. Studio ini menangani berbagai proyek global, termasuk LEGO Star Wars, Rabbids Invasion, Moomin, serta film animasi Tiongkok Nezha. Di bawah kepemimpinannya, IP animasi Nussa resmi diluncurkan pada 2018, memperoleh popularitas besar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Setelah perjalanan panjang di industri animasi, Aditya Triantoro meluncurkan perusahaan baru bernama Adittoro Revolutionary Creatives pada Januari 2024, berperan sebagai konsultan dan investor di bidang animasi dan industri kreatif. Keberadaan perusahaan ini semakin memperkuat posisinya di industri kreatif nasional.
Meski dikenal sebagai sosok kreatif di balik kesuksesan Nussa Rara, kehidupan pribadi Aditya Triantoro kini kembali menjadi sorotan. Tuduhan perselingkuhan yang disebut melibatkan lebih dari lima perempuan terus menjadi bahan perbincangan di media sosial, meski sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak Aditya Triantoro terkait pengakuan Annisa Hadiyanti.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

9 hours ago
6

















































