Kecerdasan Buatan Jadi Pusat Operasi Migas Terintegrasi di Era Digital

5 hours ago 4
Kecerdasan Buatan Jadi Pusat Operasi Migas Terintegrasi di Era Digital

Menit.co.id – Transformasi digital di industri minyak dan gas (migas) kini semakin mengandalkan kecerdasan buatan sebagai pusat kendali operasional yang menghubungkan seluruh rantai proses dari hulu hingga hilir. Teknologi ini tidak lagi sebatas alat analisis data, melainkan telah menjadi sistem terpadu yang bekerja secara real-time untuk meningkatkan efisiensi industri.

Hal tersebut disampaikan oleh Principal Aveva Oil and Gas Industry, Cindy Crow, dalam sesi wawancara di Jakarta Selatan pada Senin (13 April 2026). Ia menegaskan bahwa integrasi teknologi digital menjadi kunci utama dalam pengelolaan operasi migas modern.

Menurutnya, kecerdasan buatan kini digunakan untuk memantau seluruh alur operasional, mulai dari eksplorasi (upstream), distribusi (midstream), hingga pengolahan (downstream) dalam satu sistem yang saling terhubung. Ribuan sensor di lapangan mengirimkan data setiap detik, yang kemudian diproses melalui machine learning untuk menghasilkan gambaran kondisi operasional secara menyeluruh.

Data tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Dalam penerapannya, kecerdasan buatan juga berperan penting dalam sistem pemeliharaan prediktif. Dengan menganalisis data historis, teknologi ini mampu mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum terjadi gangguan operasional.

Cindy Crow mengungkapkan bahwa implementasi teknologi ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi industri. Berdasarkan data yang dipaparkan, aktivitas pemeliharaan dapat meningkat hingga 20 persen, sementara waktu henti operasional atau downtime dapat ditekan hingga 50 persen.

Selain sistem AI konvensional, industri migas juga mulai mengadopsi Agentic AI atau Generative AI yang memungkinkan interaksi langsung dengan pengguna. Teknologi ini berfungsi sebagai asisten digital yang membantu pekerja lapangan dalam menyelesaikan masalah teknis secara mandiri, seperti mengatasi suhu kompresor yang terlalu tinggi.

“Integrasi dari upstream ke downstream itu sangat penting. Dengan AI, perusahaan kini bisa melihat dan mengelola seluruh aspek bisnis mereka, termasuk performa produksi, efisiensi energi, hingga potensi gangguan secara real-time,” ujar Cindy.

Implementasi tersebut didukung oleh ekosistem digital dari AVEVA Connect dan AVEVA PI System yang dikembangkan oleh AVEVA. Kedua platform berbasis cloud ini memungkinkan integrasi antara sistem lama (legacy) dengan teknologi baru tanpa perlu mengganti seluruh infrastruktur yang sudah ada.

Keberhasilan transformasi ini juga sangat bergantung pada tata kelola data atau data governance yang diterapkan perusahaan. Tanpa pengelolaan data yang baik, potensi maksimal dari kecerdasan buatan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk efisiensi energi maupun upaya pengurangan emisi di sektor migas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |