Jerome Polin dan Dinamika Bisnis Kuliner yang Tumbang di Tengah Persaingan

14 hours ago 11
Bisnis Kuliner Jerome Polin

Menit.co.id – Kabar mengenai bisnis kuliner milik Jerome Polin yang harus gulung tikar menjadi sorotan publik. Sosok yang dikenal luas sebagai kreator konten edukatif ini sebelumnya sukses membangun citra positif melalui kanal YouTube-nya, terutama saat membagikan pengalaman kuliah di Jepang. Namun, perjalanan Jerome Polin di dunia usaha kuliner ternyata tidak semulus karier digitalnya.

Bersama sang kakak, Jehian Sijabat, Jerome merintis brand minuman teh kekinian bernama Menantea. Bisnis ini sempat berkembang pesat sejak pertama kali diperkenalkan ke pasar. Dalam beberapa tahun, Menantea mampu membuka ratusan gerai di berbagai kota di Indonesia. Popularitas nama Jerome Polin turut menjadi faktor pendorong kesuksesan awal brand tersebut.

Namun, setelah lima tahun beroperasi, Menantea dipastikan akan menutup seluruh gerainya pada 25 April 2026. Keputusan ini diambil di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan. Persaingan yang semakin ketat di industri minuman kekinian menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, penurunan penjualan di sejumlah outlet juga memperberat kondisi bisnis.

Tak hanya faktor eksternal, masalah internal turut berkontribusi terhadap merosotnya performa usaha ini. Keluhan dari mitra bisnis serta persoalan operasional menjadi beban tambahan yang sulit dihindari. Situasi tersebut akhirnya membuat Jerome Polin dan timnya harus mengambil langkah berat dengan menghentikan operasional Menantea secara menyeluruh.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap kuliner Nusantara justru tetap tinggi. Salah satu yang terus diminati adalah masakan khas Manado. Hidangan dari Sulawesi Utara ini dikenal memiliki cita rasa kuat dengan penggunaan bumbu yang kaya dan berani. Karakter tersebut menjadikan makanan Manado sebagai comfort food bagi banyak orang.

Di Jakarta, terdapat sejumlah restoran legendaris yang menyajikan hidangan khas Manado dengan rasa autentik. Salah satunya adalah Rarampa Culinary Experience yang menawarkan suasana luas dan nyaman untuk makan bersama keluarga. Menu seperti pisang goreng dengan sambal roa dan kuah asam cakalang fufu menjadi favorit pengunjung.

Selain itu, Restaurant Bumbu Den juga menjadi destinasi kuliner yang tak kalah populer. Restoran ini telah berdiri sejak 1990-an dan mempertahankan cita rasa khas Manado yang otentik. Ada pula Tinoor Asli Manado yang sudah eksis sejak 1970-an dan dikenal sebagai pelopor masakan Manado di ibu kota.

Keberadaan restoran-restoran tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, meskipun tren makanan dan minuman terus berubah. Konsistensi rasa dan keaslian menjadi kunci utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.

Sementara itu, perkembangan menarik juga datang dari sektor fine dining di Jakarta. Salah satu restoran yang tengah naik daun adalah August. Berlokasi di kawasan SCBD, restoran ini dikenal menghadirkan pengalaman makan yang eksklusif dan berkelas.

August baru saja masuk dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants 2026, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitasnya di tingkat internasional. Restoran ini mengusung konsep pelayanan personal dengan filosofi “thoughtful service”, di mana setiap tamu diperlakukan secara khusus sejak pertama kali datang hingga selesai bersantap.

Dari segi menu, August menawarkan pengalaman tasting menu yang terdiri dari 14 hingga 16 hidangan. Menu tersebut bersifat musiman, sehingga selalu berubah mengikuti ketersediaan bahan. Setiap hidangan dirancang dengan teknik modern, namun tetap mengedepankan bahan lokal Indonesia yang diolah secara kreatif.

Fenomena ini menunjukkan kontras menarik dalam industri kuliner Tanah Air. Di satu sisi, bisnis minuman kekinian seperti yang dijalankan oleh Jerome Polin menghadapi tekanan besar hingga harus berhenti beroperasi. Di sisi lain, restoran tradisional dan fine dining justru menunjukkan ketahanan dan bahkan berkembang pesat.

Perubahan preferensi konsumen, inovasi produk, serta strategi operasional menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis kuliner. Kisah naik turunnya Menantea menjadi pelajaran bahwa popularitas semata tidak cukup untuk mempertahankan usaha dalam jangka panjang.

Dengan dinamika yang terus berkembang, industri kuliner Indonesia diperkirakan akan semakin kompetitif. Pelaku usaha dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tren dan kebutuhan pasar agar dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |