Indonesia Game Rating System Disorot Usai Dugaan Kebocoran Data Game

5 hours ago 4
Indonesia Game Rating System

Menit.co.id – Indonesia Game Rating System menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan kebocoran data yang melibatkan footage serta gameplay sejumlah game yang belum dirilis ke pasar. Isu ini mencuat dari laporan media Video Games Chronicle (VGC) yang mengungkap adanya materi permainan yang tersebar di internet sebelum waktu peluncuran resmi.

Menurut laporan tersebut, salah satu konten yang beredar menampilkan gameplay dari game 007: First Light dengan durasi lebih dari satu jam. Rekaman itu bahkan disebut memuat bagian akhir cerita dari game James Bond tersebut, yang seharusnya masih dirahasiakan hingga perilisan resminya pada 26 Mei 2026. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dari pihak pengembang, IO Interactive, karena sebagian besar alur cerita telah terungkap lebih awal.

Selain itu, kebocoran juga dikabarkan mencakup gameplay dari Echoes of Aincrad yang dikembangkan Bandai Namco. Dalam materi yang beredar, terdapat beberapa elemen penting yang diduga mengungkap alur cerita utama game tersebut.

Tak hanya itu, judul lain seperti Assassin’s Creed: Black Flag Resynced milik Ubisoft dan Castlevania: Belmont Curse dari Konami juga disebut turut terdampak kebocoran. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan footage luas yang tersebar ke publik untuk kedua game tersebut.

Laporan yang sama juga menyoroti adanya dugaan kebocoran data tambahan berupa alamat email para pengembang game yang sedang dalam proses pengajuan rating. Data tersebut terkait dengan proses penilaian yang dilakukan melalui sistem Indonesia Game Rating System.

Menanggapi situasi ini, Nic McConnell selaku manajer Age Rating di Riot Games menyampaikan pandangannya melalui platform Bluesky. Ia menilai bahwa tim Indonesia Game Rating System kemungkinan bekerja dengan keterbatasan sumber daya, namun tetap menghadapi beban kerja yang cukup besar dalam proses penilaian game.

Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa tim tersebut telah berupaya semaksimal mungkin meskipun memiliki keterbatasan waktu dan tenaga. Ia juga membandingkan situasi tersebut dengan lembaga serupa di negara lain yang menghadapi tantangan operasional serupa.

Hingga berita ini ditulis, pihak Indonesia Game Rating System (IGRS) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kebocoran data tersebut. Kasus ini kembali memicu perhatian terhadap pentingnya perlindungan data sensitif dalam proses pengajuan rating game, terutama untuk konten yang belum dipublikasikan ke publik.

Di tengah sorotan yang terus berkembang, Indonesia Game Rating System menjadi pusat diskusi mengenai keamanan data industri gim. Insiden ini menegaskan kembali urgensi peningkatan sistem perlindungan informasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |