Menit.co.id – Perhatian publik kembali tertuju pada dinamika politik nasional setelah Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan adanya dugaan upaya untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa pemerintahannya genap berjalan satu setengah tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara keagamaan berskala nasional di Manado dan langsung memicu berbagai respons dari masyarakat serta pengamat politik.
Dugaan Upaya Politik dan Respons Istana
Dalam sambutannya pada perayaan Paskah Nasional di Manado, Hashim mengungkap bahwa terdapat indikasi kelompok tertentu yang ingin melakukan pergantian kekuasaan secara tidak konstitusional. Menurutnya, isu tersebut sudah muncul meski pemerintahan baru berjalan relatif singkat.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena menyentuh isu sensitif mengenai stabilitas politik nasional. Namun demikian, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa ia tidak akan menyebutkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rencana tersebut, sehingga informasi yang beredar masih bersifat umum dan belum dapat diverifikasi secara terbuka.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto disebut tetap bersikap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu tersebut. Dalam pandangan Hashim, pengalaman panjang Prabowo dalam dunia politik membuatnya lebih fokus pada agenda kerja ketimbang isu-isu yang berpotensi memecah perhatian pemerintah.
Fokus pada Program Kerakyatan
Lebih lanjut, Hashim Djojohadikusumo menekankan bahwa pemerintah saat ini tengah memprioritaskan berbagai program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, serta layanan Cek Kesehatan Gratis yang diklaim telah menjangkau puluhan juta warga Indonesia.
Program-program tersebut dinilai menjadi bukti bahwa arah kebijakan pemerintah lebih berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi nasional. Pemerintah juga disebut terus memperluas jangkauan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam konteks ini, isu politik yang berkembang dianggap tidak boleh mengganggu jalannya pelaksanaan program strategis nasional yang sedang berjalan.
Seruan Perdamaian di Tengah Gejolak Global
Selain isu dalam negeri, Hashim Djojohadikusumo juga menyinggung situasi global yang tengah mengalami ketegangan akibat konflik di beberapa kawasan seperti Eropa Timur dan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi dunia saat ini membutuhkan solidaritas dan kerja sama antarbangsa untuk menjaga perdamaian.
Ia menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dan persatuan di tengah berbagai perbedaan, termasuk dalam momentum perayaan Paskah Nasional yang mengangkat pesan pengorbanan dan harapan bagi kehidupan yang lebih baik. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga harmoni sosial di Indonesia.
Kehadiran Tokoh Nasional di Paskah Nasional 2026
Acara Paskah Nasional 2026 di Manado berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting negara. Turut hadir Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta beberapa tokoh nasional asal Sulawesi Utara seperti Theo Sambuaga dan EE Mangindaan.
Selain itu, hadir pula Patris Rumbayan yang merupakan ibunda dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar. Kehadiran jajaran menteri kabinet seperti Mendagri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait semakin menambah bobot acara tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pendeta Dr Adolf Wenas. Acara kemudian dilanjutkan dengan puji-pujian yang dibawakan oleh penyanyi rohani Maria Shandi, penampilan presenter Choky Sitohang, serta pagelaran budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal.
Makna Politik dan Simbol Persatuan
Di balik kemeriahan acara tersebut, pernyataan Hashim Djojohadikusumo juga memunculkan diskusi publik mengenai stabilitas politik nasional. Sebagian pihak menilai bahwa isu yang diangkat perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan spekulasi berlebihan di tengah masyarakat.
Namun di sisi lain, ada pula pandangan bahwa pernyataan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap potensi gangguan terhadap sistem demokrasi. Dalam konteks negara demokrasi, pergantian kekuasaan harus selalu mengikuti mekanisme konstitusional yang berlaku.
Dengan demikian, pesan utama yang dapat ditarik adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kebebasan berpendapat.
Penutup
Isu yang disampaikan oleh Hashim Djojohadikusumo mengenai dugaan upaya penggantian kekuasaan menjadi salah satu topik yang menyita perhatian publik. Terlepas dari benar atau tidaknya informasi tersebut, pemerintah diharapkan tetap fokus menjalankan program kerja yang telah direncanakan demi kepentingan masyarakat luas.
Stabilitas politik, pembangunan sosial, serta persatuan nasional menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat domestik maupun global. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan Indonesia dapat terus menjaga arah pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

19 hours ago
8

















































