Formula 1: FIA Tinjau Ulang Regulasi Mesin Hybrid 2026

7 hours ago 2
Formula 1

Menit.co.id – Federasi Otomotif Internasional (FIA) bersama para pemangku kepentingan Formula 1 menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi pada Kamis, 9 April 2026.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas kemungkinan penyesuaian regulasi unit daya hybrid yang akan digunakan pada musim 2026, menyusul munculnya kritik terkait aspek keselamatan serta temuan teknis pada awal musim.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa regulasi saat ini mewajibkan pembagian tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem listrik.

Kombinasi tersebut memicu fenomena yang dikenal sebagai super-clipping, yaitu kondisi ketika mobil mengalami penurunan kecepatan signifikan saat proses pengisian ulang energi baterai.

Dampaknya, tercipta perbedaan kecepatan ekstrem di lintasan yang bisa mencapai sekitar 70 km/jam antar mobil.

Situasi teknis tersebut juga dikaitkan dengan insiden serius di Grand Prix Jepang, di mana Oliver Bearman dari tim Haas dilaporkan menabrak pembatas lintasan setelah menghindari mobil Alpine yang dikemudikan Franco Colapinto yang melambat secara tiba-tiba.

Insiden ini mendorong evaluasi ulang terhadap aturan balap, termasuk kemungkinan penghapusan teknik lift and coast yang dinilai meningkatkan risiko dalam situasi tertentu di Formula 1.

Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, disebut menyoroti pentingnya menghadirkan kembali format kualifikasi yang lebih agresif dan mengurangi ketergantungan pada strategi penghematan energi tersebut.

Ia menilai pengalaman balapan saat ini perlu dibuat lebih konsisten dan kompetitif, sebagaimana juga dikeluhkan oleh sejumlah pembalap papan atas seperti Max Verstappen dan Lando Norris.

Dari sisi teknis, mesin 1,6 liter V6 turbo yang digunakan menghasilkan tenaga sekitar 400 kW, sementara motor-generator listrik (MGU) menyumbang hingga 350 kW.

Namun, kapasitas baterai sebesar 4 MJ dilaporkan hanya mampu bertahan sekitar 11 detik dalam kondisi penggunaan penuh.

Regulasi ini sendiri awalnya dirancang untuk menarik lebih banyak produsen otomotif besar ke dalam ekosistem Formula 1, termasuk nama-nama seperti Audi, Ford, dan Cadillac, dengan menghapus komponen MGU-H yang dianggap mahal dan kompleks.

Selain aspek mesin, perubahan aerodinamika juga menjadi sorotan. Laporan dari PlanetF1 menyebutkan bahwa sejumlah tim seperti Ferrari, Mercedes, dan Red Bull kini mengembangkan pendekatan berbeda pada desain deflector array atau papan lantai mobil.

Variasi desain ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada efek aliran udara outwash, dengan pendekatan mulai dari elemen bertumpuk hingga struktur menyerupai sayap untuk meningkatkan efisiensi di bawah regulasi baru.

Pertemuan lanjutan antara para prinsipal tim dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026.

Hasil pembahasan tersebut diperkirakan akan menentukan arah revisi teknis yang jika disetujui, akan segera diimplementasikan sebelum Grand Prix Miami pada 3 Mei 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |