Faradilla Ayu Pramesti, Mahasiswi UIN Suska Riau Jadi Korban Pembacokan di Kampus

14 hours ago 7
Mahasiswi UIN Suska Riau Jadi Korban Pembacokan

Menit.co.id – Seorang mahasiswi semester VIII UIN Suska Riau mengalami insiden pembacokan di area kampus, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang bersiap mengikuti ujian munaqosah di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, memicu keprihatinan publik atas keamanan di lingkungan kampus UIN Suska Riau.

Korban, Faradilla Ayu Pramesti (23), asal Bintan, diserang secara tiba-tiba oleh seorang pria yang membawa senjata tajam menyerupai kapak. Menurut keterangan saksi, pelaku langsung melakukan serangan saat korban sedang menunggu giliran ujian.

Akibat peristiwa tersebut, korban mencoba menangkis serangan dan mengalami patah pada pergelangan tangan serta luka di kepala. Petugas keamanan kampus bergerak cepat untuk menghentikan aksi pelaku, sehingga serangan tidak meluas.

Pelaku yang diketahui bernama Raihan Mufazzar, warga Bangkinang, Kabupaten Kampar, langsung diamankan. Saat penggeledahan, petugas menemukan sebilah parang di dalam tas pelaku.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapat perawatan intensif. Menurut informasi awal, korban dalam kondisi sadar, namun trauma akibat insiden itu masih cukup berat.

Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah, menyampaikan bahwa pihak kampus memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban. Wakil Rektor III beserta dekan fakultas ikut mendampingi saat korban dibawa ke rumah sakit.

“Ini merupakan musibah bagi UIN Suska Riau. Korban langsung kami tangani dengan penuh perhatian, termasuk pengobatan dan pemulihan psikologis,” ujarnya.

Rhonny menambahkan, kejadian tersebut diduga merupakan percobaan pembunuhan, namun semua proses hukum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Pelaku saat ini sedang diperiksa di Tim 3 Unit Reskrim Polsek Binawidya. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun kronologi lengkap.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menyatakan bahwa insiden berlangsung di ruang munaqosah. Korban sempat dikejar oleh pelaku ke dalam ruang ujian dan melarikan diri melalui jendela dengan kondisi berdarah.

Meski demikian, pelaku yang satu angkatan dan jurusan dengan korban berhasil menangkap korban tepat di depan pintu ruang ujian. “Kejadian ini tergolong penganiayaan berat dan masih didalami motifnya,” kata AKP Anggi.

Informasi sementara menyebutkan bahwa persoalan asmara diduga menjadi pemicu serangan. Namun, pihak kepolisian masih menelusuri kebenarannya.

Mengenai kondisi korban, AKP Anggi menyebut korban memiliki luka bacok di kepala dan tangan, masih sadar, menggunakan oksigen, dan akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya.

Lokasi kejadian saat ini telah dipasang garis polisi untuk mengamankan TKP. Pihak yang tidak berkepentingan dilarang memasuki area tersebut.

Pihak UIN Suska Riau juga angkat bicara terkait peristiwa ini. Wakil Rektor III, Dr. Harris Simaremare, S.T., M.T., menyampaikan rasa prihatin mendalam, apalagi peristiwa terjadi di bulan Ramadan.

“Kami menyampaikan duka cita atas insiden di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Kejadian ini tentu tidak terduga,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menegaskan, kampus akan menegakkan kode etik dan aturan yang berlaku. Namun urusan hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar diproses secara transparan dan sesuai prosedur.

Terkait dugaan motif asmara, Wakil Rektor menekankan bahwa mahasiswa yang terlibat tetap terikat aturan kode etik kampus. Jika kasus ini masuk ranah kriminal, sanksi etis terberat dapat diterapkan.

“Kampus memiliki kode etik yang jelas. Jika terbukti kriminal, mahasiswa yang terlibat akan menerima sanksi etis paling berat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, pihak kampus menegaskan akan memperkuat sistem pengawasan dan kewaspadaan di lingkungan kampus agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pengamanan. Ke depan, pengawasan akan diperketat agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi,” tutupnya.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |