Dubes Iran Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka Usai Serangan Israel

15 hours ago 7
Mohammad Boroujerdi Dubes Iran Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka Usai Serangan Israel

Menit.co.id – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memberikan pernyataan tegas terkait nasib jalur pelayaran vital di kawasan Teluk Persia.

Boroujerdi menegaskan bahwa Pemerintah Iran tidak mengambil kebijakan untuk menutup Selat Hormuz di tengah situasi konflik yang memanas.

“Selat Hormuz tidak ditutup, akses tetap terbuka,” tegas Boroujerdi saat ditemui di kediaman dinasnya di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Sebagai negara yang memegang kendali penuh atas perairan strategis tersebut, jelas Boroujerdi, Iran saat ini hanya sedang memberlakukan protokol lalu lintas maritim khusus selama masa perang berlangsung.

“Pihak-pihak yang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” tegas dia meyakinkan.

Boroujerdi menekankan bahwa Iran telah mengamankan jalur tersebut selama ratusan tahun. Ia menegaskan kembali bahwa jaminan keamanan di Selat Hormuz berlaku universal untuk semua negara, termasuk bagi kepentingan Iran sendiri.

“Keamanan di perairan tersebut diperuntukkan bagi semua negara, di mana Iran juga termasuk di dalamnya, atau sama sekali tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana,” ujar dia.

“Pihak yang khawatir terkait isu penutupan harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh ke kawasan Timur Tengah lalu mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” tambahnya menyinggung kehadiran asing.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Pasca serangan tersebut, Israel langsung menutup wilayah udaranya dan menetapkan status keadaan darurat nasional.

Dikutip dari The Guardian, langkah penutupan udara itu diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran menggunakan drone dan rudal.

Juru bicara militer Israel mengklaim serangan tersebut merupakan langkah preventif untuk menghilangkan ancaman terhadap kedaulatan negaranya.

Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan keras yang terdengar di wilayah Teheran.

Laporan dari Associated Press menyebutkan bahwa serangan mengenai area dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Amerika Serikat dinyatakan turut terlibat dalam operasi tersebut berdasarkan informasi dari sejumlah pejabat AS.

Serangan itu terjadi bersamaan dengan pengerahan armada besar jet tempur dan kapal perang AS ke kawasan untuk menekan Iran terkait program nuklirnya.

Kini, kantor berita Tasnim dan Fars resmi mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, detail spesifik seputar penyebab kematiannya belum diumumkan secara luas ke publik.

Menyusul peristiwa duka tersebut, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur nasional.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |