Benjamin Netanyahu Tegaskan Israel Semakin Kuat di Tengah Ketegangan dengan Iran

11 hours ago 3
Benjamin Netanyahu Foto: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara selama konferensi pers bersama dengan Presiden AS Donald Trump (tidak terlihat dalam gambar), di Ruang Makan Negara di Gedung Putih, di Washington, D.C., AS, 29 September 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Menit.co.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya kini “lebih kuat dari sebelumnya” di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Iran.

Netanyahu menilai serangan yang dilakukan bersama Amerika Serikat dalam hampir dua pekan terakhir berhasil melemahkan kemampuan militer dan nuklir Teheran secara signifikan.

Dalam konferensi pers pada Kamis (12/3/2026), Benjamin Netanyahu menjelaskan bahwa serangan tersebut telah menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir Iran serta menimbulkan kerusakan besar pada fasilitas militer negara itu, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan paramiliter Basij.

“Iran bukan lagi Iran yang sama,” kata Netanyahu, dikutip dari Al Jazeera. Dia menambahkan bahwa serangan yang dimulai pada 28 Februari ini juga mencegah Iran memindahkan proyek nuklir dan program rudal balistiknya ke lokasi bawah tanah.

Dalam sesi tanya jawab, Benjamin Netanyahu menanggapi pertanyaan mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, serta pemimpin Hizbullah Naim Qassem. Netanyahu menyatakan tidak akan memberikan “jaminan keselamatan” kepada kedua tokoh tersebut.

Selain itu, Netanyahu menyindir Khamenei dengan menyebutnya sebagai “boneka Garda Revolusi”, menyoroti dominasi IRGC dalam politik Iran. Ia bahkan menekankan bahwa Khamenei tidak mampu tampil langsung di depan publik karena pernyataannya harus dibacakan oleh pembawa berita pemerintah Iran.

Pernyataan Netanyahu juga menyasar warga Iran yang sebelumnya melakukan aksi protes terhadap pemerintah mereka, termasuk demonstrasi besar pada Januari lalu. “Kami berdiri di sisi kalian,” kata Netanyahu, sambil menegaskan bahwa masa depan Iran tetap berada di tangan rakyatnya sendiri. “Pada akhirnya semua ini terserah kepada kalian,” tambahnya.

Sikap ini sejalan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mendorong rakyat Iran untuk menentang pemerintah mereka. Trump bahkan menegaskan bahwa “waktu kebebasan mereka sudah di depan mata”.

Peluang Aliansi Baru di Timur Tengah

Netanyahu menilai konflik dengan Iran juga membuka jalan bagi Israel membangun aliansi baru di kawasan Timur Tengah, sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan. “Hal ini tidak akan mungkin terjadi di masa lalu, tetapi sekarang kami melakukan yang terbaik,” ujar Netanyahu.

Israel sebelumnya telah berupaya menormalisasi hubungan dengan beberapa negara Teluk melalui Abraham Accords pada September 2020. Meski demikian, hubungan diplomatik sempat menegang akibat perang Israel di Gaza yang menuai kritik regional.

Serangan Iran Mengguncang Negara Teluk

Sementara itu, Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone dan rudal ke beberapa negara Teluk. Serangan ini memaksa sejumlah terminal minyak menghentikan operasinya dan menimbulkan ketidakpastian keamanan di kawasan.

Iran membela serangan tersebut dengan menyatakan bahwa targetnya hanya aset militer AS. Namun, negara-negara tetangga menganggap langkah ini merusak kepercayaan regional untuk masa depan.

Menanggapi eskalasi ini, Dewan Keamanan PBB pada Rabu mengadopsi rancangan resolusi yang disponsori Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Resolusi tersebut mengecam serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania serta menuntut Teheran segera menghentikan permusuhan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |