Menit.co.id – Panggung utama Coachella Valley Music and Arts Festival 2026 resmi dikuasai oleh dua nama yang sudah tak asing lagi di telinga penggemar musik global. Festival tahunan yang selalu menjadi barometer tren musik dan fashion ini memang punya kebiasaan menghadirkan artis-artis dengan magnet luar biasa. Namun, angka di balik kontrak mereka kali ini benar-benar membuat banyak orang tercengang.
Dua headliner utama yang dipercaya untuk memeriahkan akhir pekan pertama dan kedua April 2026 adalah Justin Bieber dan Sabrina Carpenter. Meskipun keduanya berasal dari generasi berbeda—Bieber memulai karirnya sejak era 2009-an sementara Carpenter meledak lewat hits viralnya di era streaming modern—faktanya basis penggemar mereka sama-sama masif dan loyal.
Namun, ada satu hal yang cukup mengejutkan dari kesepakatan finansial kedua artis tersebut. Menurut laporan dari blog perencana keuangan sound-returns.com yang dirilis pada Minggu (12/4/2026), Sabrina Carpenter—pelantun lagu viral Espresso dan Please Please Please—diperkirakan akan membawa pulang bayaran senilai USD 5 juta atau setara dengan Rp 85 miliar untuk penampilannya sebagai headliner.
Angka tersebut ternyata bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Coachella. Media musik 98fm bahkan menyebutkan bahwa rentang gaji untuk headliner level Carpenter memang berkisar antara USD 4 juta hingga USD 6 juta, sejajar dengan apa yang pernah diterima oleh Lady Gaga dan Ariana Grande saat tampil di festival yang sama.
Namun, cerita berbeda justru datang dari Justin Bieber. Penyanyi asal Kanada tersebut disebut-sebut sebagai salah satu artis dengan bayaran termahal sepanjang sejarah penyelenggaraan Coachella. Gaji yang ia terima untuk dua penampilannya pada tanggal 11 dan 18 April 2026 mencapai angka fantastis: USD 10 juta atau sekitar Rp 170 miliar.
Artinya, bayaran Justin Bieber tepat dua kali lipat lebih besar dibandingkan apa yang diterima oleh Sabrina Carpenter. Selisih yang sangat signifikan untuk dua artis yang sama-sama menempati posisi headliner di event yang sama.
Informasi mengenai gaji selangit Bieber ini pertama kali terkuak melalui wawancara eksklusif yang dilakukan oleh majalah The Rolling Stone. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pelantun hits seperti Sorry, Peaches, dan Love Yourself itu melakukan negosiasi langsung dengan promotor Coachella, Goldenvoice, tanpa perantara manajemen kompleks seperti yang biasa dilakukan artis levelnya.
Salah satu sumber dekat yang dikutip Rolling Stone mengungkapkan motivasi di balik keputusan Bieber tersebut. “Justin merasa tidak memiliki sesuatu yang harus dibuktikan lagi kepada siapa pun. Karirnya sudah mapan, pencapaiannya sudah terbukti. Namun di saat yang sama, ia ingin menunjukkan bahwa dirinya tetap mampu menghadirkan pertunjukan yang berkesan dan berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada tim produksi raksasa seperti yang ia miliki di masa-masa awal kemashhurannya,” ujar sumber tersebut.
Kolaborasi langsung antara Justin Bieber dan pihak promotor ini memang terdengar seperti langkah strategis yang jarang dilakukan oleh artis berkaliber internasional. Biasanya, segala urusan kontrak dan teknis akan ditangani oleh tim manajemen yang terdiri dari puluhan orang profesional.
Fenomena perbedaan gaji yang signifikan antara Bieber dan Carpenter ini tentu saja memicu diskusi panjang di kalangan pengamat industri musik dan netizen media sosial. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah masih adanya double standard atau standar ganda dalam industri hiburan, khususnya terkait perbedaan bayaran antara artis laki-laki dan perempuan meskipun keduanya memiliki set skills, popularitas, dan draw power yang relatif setara.
Di sisi lain, ada pula argumen yang menyebutkan bahwa track record Bieber dalam sejarah musik pop global memang lebih panjang dan terbukti secara konsisten selama lebih dari 15 tahun. Album-albumnya telah terjual jutaan copy di seluruh dunia, tur-turnya selalu sold out dalam hitungan menit, dan pengaruhnya terhadap budaya pop sudah terukur sejak ia masih remaja belia.
Coachella sendiri hingga berita ini ditulis belum memberikan konfirmasi resmi terkait angka-angka gaji yang beredar di publik. Namun, satu hal yang pasti: tiket untuk kedua penampilan tersebut sudah lama habis terjual, dan antisipasi penggemar dari seluruh dunia sudah mencapai titik tertinggi.
Festival musik yang berlangsung di Empire Polo Club ini memang punya reputasi untuk selalu menciptakan momen-momen ikonik yang akan dikenang selama bertahun-tahun. Dan dengan hadirnya dua bintang dengan magnet sebesar Bieber dan Carpenter, Coachella 2026 dipastikan akan kembali menulis sejarah baru dalam buku rekornya yang sudah sangat tebal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

12 hours ago
10

















































