Alexis Mac Allister Jadi Target Manchester United, Risiko Rivalitas Liverpool Tetap Besar

19 hours ago 5
Alexis Mac Allister Jadi Target Manchester

Menit.co.id – Manchester United (MU) dikabarkan menaruh minat pada gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, dalam langkah ambisius yang bisa menjadi transfer langsung pertama antara dua klub rival bebuyutan Inggris dalam lebih dari enam dekade.

Jika terwujud, kepindahan ini akan memecahkan “larangan tak tertulis” antara Liverpool dan MU, sesuatu yang jarang terdengar sejak era 1960-an. Namun, pengalaman salah satu kompatriot Mac Allister dari Argentina memberi peringatan penting terkait risiko menyeberangi rivalitas sengit antara Anfield dan Old Trafford.

Nama itu adalah Gabriel Heinze, mantan bek kiri yang pernah mencoba meninggalkan MU untuk Liverpool pada 2007. Saat itu, Heinze bersaing dengan Patrice Evra untuk posisi utama di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Ia bahkan meminta pindah ke Liverpool, yang kabarnya mengajukan tawaran 6,8 juta pound, tetapi ditolak.

Transfer langsung terakhir antara kedua musuh besar ini tercatat pada 1964 melalui Phil Chisnall. Ferguson dikenal sebagai pendukung kuat aturan tak tertulis bahwa MU dan Liverpool sebaiknya tidak melakukan transaksi pemain satu sama lain.

Heinze mengungkapkan kepada Daily Mail pada 2007: “Perjuangan saya adalah untuk kebebasan bernegosiasi dengan klub mana pun. United tidak pernah ingin saya pergi ke salah satu klub besar, tetapi klausul anti-Liverpool ini luar biasa.”

Seiring waktu, sikap Heinze melunak. Ia mengakui penyesalannya terkait cara ia meninggalkan Old Trafford dan konflik dengan Ferguson. “Saya impulsif dan berkemauan keras, dan itu kadang membawa saya ke dalam masalah, seperti yang terjadi ketika saya meninggalkan United,” kata Heinze.

Ia menambahkan, “Saya menghabiskan tiga tahun di Manchester dan memiliki banyak momen hebat, dan saya sangat menyesal meninggalkan klub. Ada banyak hal yang saya sesali dari bulan-bulan terakhir itu, tetapi kami berdua, saya dan Sir Alex, adalah pribadi yang kuat.”

Heinze juga menegaskan bahwa saat meminta kepindahan ke Liverpool, ia benar-benar menyadari risiko yang datang dari rivalitas historis kedua klub. “Saya sadar akan rivalitas, saya tahu risiko pindah dari Manchester ke Liverpool dan apa artinya. Saya berharap itu tidak merusak cara mereka memandang saya dan mereka akan mengingat tiga tahun yang saya jalani di tim,” ujarnya.

Pada akhirnya, Heinze justru bergabung dengan Real Madrid seharga 8 juta pound pada musim panas 2007, kemudian melanjutkan karier ke Marseille, sebelum terjun ke dunia kepelatihan sebagai staf tim utama Arsenal di bawah Mikel Arteta.

Sementara itu, Alexis Mac Allister, yang tampil impresif baik sebagai gelandang tengah maupun sebagai nomor 10, dinilai sangat cocok secara taktis untuk MU. Terlebih jika Bruno Fernandes meninggalkan Old Trafford tahun ini, The Red Devils akan membutuhkan rekrutan besar di lini tengah.

Namun, pengalaman Heinze menunjukkan bahwa menyeberangi rivalitas sengit antara Liverpool dan MU bukan perkara mudah. Meski performa Liverpool musim ini sedikit menurun, kemungkinan transfer langsung Alexis Mac Allister akan tetap sulit karena faktor sejarah, emosional, dan politik yang melekat.

Pesan penting bagi Mac Allister adalah berhati-hati saat mempertimbangkan langkah yang selama puluhan tahun dianggap tabu, agar karier dan reputasinya tetap aman dari risiko rivalitas sengit yang telah lama melekat.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |