Desa Adat Sade Dilalap Api, Sekitar 250 Rumah Terbakar

14 hours ago 7

Menit.co.id – Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda kebakaran hebat pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Kawasan permukiman tradisional masyarakat Suku Sasak yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Lombok tersebut dilalap api.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Kobaran api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya karena sebagian besar rumah di kawasan tersebut menggunakan material yang mudah terbakar, seperti kayu, bambu, bedek, dan atap ilalang.

Warga setempat, Tohirman Hayanto, menggambarkan dahsyatnya kebakaran yang melanda kampung tersebut. Menurut dia, api bergerak sangat cepat sehingga warga tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan harta benda dari dalam rumah.

“Kondisi Kampung Sasak Sade yang kita cintai malam ini sudah tidak ada satu rumah pun yang tersisa, tidak ada satu barang pun yang bisa kami selamatkan karena api segitu cepat,” kata Tohirman Hayanto, dikutip dari Kompas.com.

Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab kebakaran belum diketahui. Aparat masih melakukan penanganan di lokasi, sementara masyarakat bersama petugas pemadam kebakaran berupaya memastikan kobaran api dapat dikendalikan.

Api Diduga Berasal dari Tengah Kampung

Tohirman mengatakan api diperkirakan pertama kali muncul dari bagian tengah Kampung Sasak Sade. Dalam waktu singkat, kobaran tersebut menyebar ke berbagai bagian kawasan dan menghanguskan bangunan yang berada di sekitarnya.

” sekitar 250 rumah sudah habis ludes, barang pun enggak ada yang bisa diselamatkan karena bahan dari bambu sama ilalang, makanya api begitu cepat melalap semua rumah,” kata Tohirman.

Kebakaran tidak hanya menghancurkan rumah warga. Berbagai barang yang digunakan masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi sehari-hari ikut terbakar. Kain tenun dan kerajinan tangan yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat juga tidak luput dari kobaran api.

Kerajinan tersebut biasanya dijual kepada wisatawan yang datang untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat Sasak. Dengan terbakarnya rumah dan barang dagangan, dampak kebakaran tidak hanya menyentuh tempat tinggal warga, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat.

Tim pemadam kebakaran, aparat keamanan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat kemudian bahu-membahu melakukan pemadaman. Proses tersebut berlangsung hingga Minggu (23/8/2026) dini hari karena masih terdapat api di bagian tengah kawasan.

Gubernur NTB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal turun langsung ke lokasi kebakaran pada Sabtu malam. Dalam peninjauan tersebut, Iqbal memastikan bahwa tidak terdapat laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

“Yang penting sekarang enggak ada korban, teman-teman dari Polres Kadus Kades saya tanya sejauh ini enggak ada korban,” kata Iqbal dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).

Menurut Iqbal, keselamatan penghuni menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran. Setelah memastikan warga dalam kondisi aman, petugas melanjutkan proses pemadaman terhadap titik api yang masih tersisa.

Pemadaman di bagian tengah kawasan menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah desa sebelumnya membuat akses menggunakan alat berat agar kendaraan pemadam kebakaran dapat masuk lebih dekat ke lokasi titik api.

“Yang penting kami pastikan penghuni dulu alhamdulillah dan sekarang terima kasih proses pemadaman hanya satu titik di tengah yang harus dipadamkan. Tadi Kades sudah membuat akses dengan alat berat dan damkar sudah masuk ke tengah memadamkan bagian tengah,” ujar Iqbal.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali meluas dan memastikan seluruh kawasan berada dalam kondisi aman setelah kebakaran besar yang menghancurkan sebagian besar bangunan.

Warga Terdampak Disiapkan Tempat Pengungsian

Kebakaran menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai menyiapkan langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Pemerintah Desa Rembitan telah menyediakan sementara bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Namun, pemerintah menilai penanganan bencana tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat untuk bermalam. Kebutuhan dasar masyarakat harus dipastikan selama mereka berada dalam kondisi terdampak.

Iqbal menyebut pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kebutuhan sandang, pangan, keamanan, dan keberlangsungan aktivitas sosial ekonomi warga. Langkah tersebut penting karena masyarakat bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga berbagai barang yang mendukung kehidupan dan mata pencaharian mereka.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” kata Iqbal.

Pemerintah daerah juga mulai memikirkan tahap pemulihan setelah kondisi darurat selesai. Gubernur NTB menyatakan akan berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah serta pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan rekonstruksi kawasan yang terbakar.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” kata Iqbal.

Rencana tersebut menjadi bagian penting dari penanganan pascakebakaran karena kawasan yang terbakar bukan sekadar permukiman warga, melainkan juga kawasan adat dan destinasi wisata budaya yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Sasak.

Desa Adat Sade dan Warisan Budaya Sasak

Desa Adat Sade merupakan salah satu kawasan permukiman tradisional masyarakat Suku Sasak di Lombok. Kawasan tersebut telah dihuni secara turun-temurun selama puluhan generasi dan dikenal karena masyarakatnya masih mempertahankan sejumlah tradisi serta tata kehidupan yang diwariskan oleh leluhur.

Kawasan ini juga menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang populer di Lombok. Letaknya yang tidak jauh dari kawasan Mandalika membuat Desa Adat Sade menjadi salah satu tempat yang kerap dikunjungi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat Sasak secara lebih dekat.

Keunikan kawasan tersebut terlihat dari bentuk rumah tradisional yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Bangunan tradisional terdiri atas Bale dan Lumbung dengan pemanfaatan material alami, termasuk bambu dan alang-alang.

Rumah tradisional masyarakat Sasak di kawasan ini juga memiliki karakteristik tersendiri pada bagian lantainya. Lantai dibuat menggunakan campuran tanah liat dan kotoran kerbau. Penggunaan bahan tersebut menjadi salah satu unsur yang menarik perhatian wisatawan ketika berkunjung.

Selain arsitektur tradisional, kehidupan masyarakat juga menjadi daya tarik utama. Wisatawan dapat melihat aktivitas menenun yang masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat setempat.

Desa Sade dikenal sebagai salah satu kawasan tempat masyarakat Sasak mempertahankan tradisi pembuatan kain tenun. Wisatawan dapat menyaksikan proses pembuatan kain secara langsung dan membeli hasil tenunan sebagai buah tangan.

Aktivitas budaya lainnya yang menjadi daya tarik adalah Peresean. Pertunjukan tradisional tersebut menjadi salah satu bagian dari pengalaman wisata budaya yang dapat ditemukan ketika berkunjung ke kawasan masyarakat Sasak.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam kini tidak hanya menjadi persoalan kehilangan tempat tinggal bagi warga. Musibah tersebut juga menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan kawasan adat, aktivitas ekonomi masyarakat, serta salah satu tujuan wisata budaya yang selama ini memperkenalkan tradisi Sasak kepada wisatawan.

Untuk sementara, perhatian pemerintah dan masyarakat tertuju pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Setelah kondisi darurat teratasi, langkah pemulihan dan rencana rekonstruksi akan menjadi tahap berikutnya bagi kawasan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |