RAKYAT MERDEKA — Seperti diketahui, Dewi Yull juga ikut mengungkapkan rasa dukanya, usai mantan suaminya, Ray Sahetapy, meninggal dunia pada Selasa (1/4). Hal tersebut bisa dilihat dalam unggahan foto anak laki-lakinya, Surya Sahetapy, bersama Ray di media sosial pribadinya.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un telah berpulang ayah dari anak-anakku,” tulis Dewi Yull di unggahan tersebut.
Terlihat pula, Dewi Yull yang juga menuliskan komentar di unggahan Surya, “Innalillahi wa Inna Illaihi Roji’un semoga almarhum diberi tempat indah di sisi Allah diterima segala amal baiknya.”
Unggahan Dewi Yull ini pun dipenuhi ucapan duka dari rekan-rekan artis, seperti Tamara Bleszynski, Audy Item, Maia Estianty, hingga Ira Wibowo.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berdukacita yang dalam,” tulis Tamara.
“Innalilahi wainailaihi rojiun turut berduka cita tante dan keluarga insyaallah Om Ray husnul khotimah aamiin,” ucap Audy.
Sebagai informasi, aktor dengan nama lengkap Ferenc Raymon Sahetapy ini lahir pada 1 Januari 1957. Ia adalah salah satu aktor paling populer pada generasinya dengan sering memerankan pria kompleks dengan nuansa dan karakter yang dalam.
Debut layar lebarnya lewat film Gadis (1980) garapan sutradara Nya’ Abbas Akup, yang juga mempertemukannya dengan Dewi Yull hingga mereka akhirnya menikah pada 16 Juni 1984.
Akan tetapi, mereka berdua bercerai pada 2004, usai dikaruniai empat anak, yakni Panji Surya, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, Rama Putra, dan Mohammad Raya Sahetapy.
Kemudian pada tahun yang sama, Ray Sahetapy menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti. Sementara Dewi Yull menikah dengan Srikaton pada 2008.
Ray Sahetapy sendiri merupakan aktor senior Indonesia kelahiran 1 Januari 1956. Perannya sudah dimulai semenjak dekade ’80-an silam. Dia juga diketahui membintangi berbagai judul film, termasuk The Raid yang mana semakin melambungkan namanya ke dunia global.
Pria 68 tahun bernama lengkap Ferenc Raymond Sahetapy ini juga dikenal kerap membintangi karakter yang kompleks dan dalam.
Apalagi dengan tatapan Ray yang khas dan suaranya yang berat sering menjadi ciri penampilannya baik di depan kamera atau di atas panggung teater.
Sepanjang kariernya, Ray Sahetapy pernah mendapatkan nominasi Piala Citra FFI sebanyak tujuh kali dengan enam di antaranya untuk kategori Aktor Terbaik.